Dan bibt itu tumbuh makin menjulang.
Bibit yang kedua berguman.”Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang?
Tunasku pasti akan terkoyak.
Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba memakanya> Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Bebrapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibt yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
Renungan:
Memang, selalu ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon
yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam
kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita
ciptakan sendiri. kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak
mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka
hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka,
pilihlah dengan bijak
Wisdom Of The Day
Jangan segan untuk mengulurkan tangan anda. Tetapi, janganlah anda enggan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada anda. (Pope John XXIII)
Jangan segan untuk mengulurkan tangan anda. Tetapi, janganlah anda enggan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada anda. (Pope John XXIII)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar